Beberapa tips untuk membantu perjalanan awal investasi anda.

Saya selalu berpendapat, bahwa investasi di saham bukanlah untuk semua orang. Begitu juga dengan trading saham, saya sendiri membayar uang sekolah yang sangat mahal, hanya untuk belajar bahwa skill saya bukanlah di trading. Namun, bagi trader maupun investor, perlu disadari bahwa kedua profesi ini memerlukan waktu dan tenaga yang cukup signifikan. Bila anda berharap anda dapat duduk kipas-kipas sementara portfolio anda mencetak uang, here is one secret I will tell you, it does not work all the time.

Namun untuk orang-orang yang baru saja mau memulai tentang investasi saham, terutama di Indonesia, saya tawarkan beberapa tips yang saya dapat di awal-awal pembelajaran saya.

 

Get your hands dirty in the market

Saya menghabiskan sekitar 1 tahun melatih diri dalam investasi dengan simulation tool . Track record di dalam setahun tersebut memberikan saya kepercayaan diri untuk masuk ke pasar. Berbekal hasil rapor yang penuh dengan ‘plus’, sang anak muda masuk ke dalam pasar, siap untuk menjadi milionaire. Oh, begitu banyak mimpi dan rencana.

Seandainya cerita itu berakhir dengan indah, I am slaughtered mercilessly in the market. Di sana lah saya mengerti kenapa market disebut oleh Ken Fisher sebagai “the Great Humiliator

” ).

Seberapapun bagusnya performance anda di simulasi, hasil tersebut tidak akan menjamin return anda di market. Ketika anda meletakkan uang dan uang tersebut mempunyai probabilitas untuk dibantai, secara psikologis anda akan berubah. Namun, itu lah cara terbaik untuk belajar. Jadi step yang paling penting dalam investasi adalah masuk ke market. Anda tidak harus langsung membeli saham ketika tidak ada saham yang bagus, namun membuka account di broker adalah langkah yang bagus.

 

Only use your ‘play’ money

Banyak orang terbuai dengan return yang menggiurkan dari investasi (salahkan para broker), sehingga mereka mengira semakin banyak uang yang mereka ekspos, semakin bagus. Tentu saja tidak ada yang salah dengan pemikiran tersebut, namun di dalam hidup, ada yang lebih penting  dari sekadar return. Contohnya, uang anda dapat memberikan nilai yang lebih baik bila anda berikan untuk uang sekolah anak anda, beli asuransi jiwa (bukan kesehatan), membayar biaya perawatan orang tua anda, dari pada anda berikan untuk mengejar return di market.

Saran saya, uang yang anda taruh di pasar, adalah uang yang anda sisih kan setelah anda menyimpan kebutuhan keuangan anda selama 1 tahun. Lebih sedikit dari itu, anda akan mengalami liquidity risk.

 

Learn to track your investment return

Salah satu hal yang paling penting yang jarang diajarkan para broker sekuritas kepada para investor adalah bagaimana menilai performance dari investasi anda. Well, tentu saja anda berkata itu tidak benar. Bukankah dalam platform trading anda menyediakan angka gain/loss? Benar, tetapi itu bukanlah cara paling tepat untuk menilai. Anda seharusnya juga menghitung return uang anda yang duduk diam di broker anda dan menggabungkannya ke dalam perhitungan total performance anda. Don’t lie to yourself.

Don’t trust the broker report

Pada waktu-waktu awal pembelajaran saya, hati saya selalu berdebar-debar menerima sms , email atau bbm dari broker saya yang memberikan tips saham yang bagus untuk dibeli atau dijual. Hal yang sama juga terjadi ketika saya mendapatkan analisa saham yang komprehensif beserta dengan Target Price. Selalu anda pemikiran bahwa saya mendapatkan informasi yang orang lain tidak punya. Well folks, seandainya mendapatkan uang sedemikian mudahnya. It doesn’t work that way.

Saya selalu percaya bahwa keputusan investasi dibuat saya sendiri, sehingga saya harus melakukan PR saya sendiri sebelum saya mengirimkan uang saya untuk berperang. Biarlah ketika saya salah, saya tidak menyalahkan broker atau tetangga saya yang memberikan hot tips. Do your own homework!

 Get into community

Carilah orang-orang yang mempunyai interest yang sama dengan anda. Anda bisa ikutin seminar, milis atau pun forum.

Ketika anda dikelilingi oleh orang-orang yang mempunyai interest yang sama, maka anda akan belajar lebih cepat dibandingkan bila anda belajar dari lingkungan yang tersendiri. Anda juga akan secara terus menurus menajamkan pemikiran anda karena ada proses feedback yang secara berkala. Seperti ada dikatakan “besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya

”.

 Read, read and read

Kebiasaan membaca adalah satu kebiasaan yang sudah tererosi di generasi baru ini. Mungkin dikarenakan banyaknya distraksi dari televisi, komputer dan telepon, maka orang generasi sekarang merasa sulit untuk berkonsentrasi selama 15 menit membaca buku atau artikel. Namun sebagai seorang investor, anda akan masuk ke dalam journey of continuous learning.

Dari segi berita pasar, anda yang merupakan trader seharusnya sudah mengerti pentingnya market information dan data. Untuk Investor, beberapa material yang saya biasanya baca seperti Economists, Wall Street Journal, dan Kontan. Majalah seperti SWA, fortune, Globe bagus untuk membentuk feel of the market di dalam insting anda.

Selain berita, ada kategori bahan bacaan yang membentuk pola pikir atau mindset kita, yaitu buku. Saya akui, menyelesaikan satu buku tidak lah mudah, namun saya kira itu satu-satunya cara kita membentuk pikiran kita secara menyeluruh, dan hal ini tidak bisa dicapai dengan mencomot-comot informasi dari blog yang pendek (termasuk blog ini), ataupun berita yang tersebar di luar. Beberapa contoh buku klasik: Trend Following, The Battle of Investment Survival, Snowball, Economist on Wall Street, Fool and His money dan Richest Man in Babylon.