Beberapa orang berkata kepada saya bahwa Indonesia bukanlah lahan yang cocok untuk investor yang cenderung beroperasi dari segi fundamental. Memang benar bahwa capital market Indonesia belum sebaik pasar saham negara lain seperti Amrik, Inggris dan Hong Kong. Namun bukan berarti tidak ada opportunity yang bisa ditemukan di antara saham-saham yang berkira di Bursa Efek Indonesia.

Berikut saya paparkan daftar saham yang berada di watchlist saya. Saya percaya saham yang saya jabarkan di bawah layak untuk dipelajari lebih jauh. Beberapa kriteria penting yang saya tetapkan dalam watchlist saya (walaupun dalam beberapa case saya buat pengecualian):

1. Float > 5%
2. P/E > 40
3. Profit Margin > 5%
4. Debt / Equity > 50%

AMFG
Asahimas Flat Glass Tbk

Perusahaan ini mendominasi pasar kaca Indonesia, dan juga sebagian produknya diekspor ke luar Indonesia. Industri kaca memiliki barier of entry yang tinggi, dan membutuhkan investasi mesin yang sangat besar. Walaupun pertumbuhan pendapatan yang tidak begitu exciting, AMFG mempunya balance sheet yang cukup solid. Dengan pertumbuhan industri otomotif dan bertambahnya demand kaca dari sektor perkantoran, akan berimbas dengan pertumbuhan pendapatan AMFG.

Buy Below: Rp. 8,000

ARNA
Arwana Citramulia

Sebagai salah satu produsen keramik terbesar di Indonesia, saham ARNA bisa dipakai untuk menunggangi trend demografis Indonesia. Setelah penjualan residential dan semen yang cukup kuat di tahun 2012, maka tentu saja kebutuhan akan bahan bangunan seperti keramik akan terbawa. Harga ARNA masih sedikit mahal, setelah naik lebih dari 300% tahun ini.

Buy Below: Rp. 850 (yes, I am serious, Rp.850)

CPIN
Charoen Pokphand Indonesia

Pertumbuhan kebutuhan konsumer akan ayam telah mengangkat saham perusahaan ini. Charoen Pokphand bukan hanya menjual ayam, tapi secara supply chain, perusahaan ini lumayan kompleks. Mereka juga memproduksi makanan ayam, hatcheries, dan juga sampai pada chicken processing.

Buy Below: Rp. 2,750

CTRS
Ciputra Surya

CTRS bergerak di bidang real estate dan merupakan salah satu perusahaan dari grup Ciputra. Tentu saja nama Ciputra sudah memiliki reputasi dan track record yang cukup baik. Pertanyaannya, kenapa CTRA yang juga developer dari grup yang sama, memiliki valuasi yang lebih mahal? Mungkin saja karena proyek CTRS terkesan lebih low-profile dan berada di luar Jakarta. Namun, sebagai investor, saya tentu saja mencari yang lebih memberikan value.

Buy Below: 1,850

GOLD
Golden Retailindo

GOLD bergerak di bidang supermarket. Informasi perusahaan ini lumayan susah didapat, mungkin karena ukuran perusahaannya tidak begitu besar. Saya sendiri juga tidak pernah mengunjungi lokasinya secara langsung. Namun, yang menarik saya dari emiten ini adalah kondisi balance sheetnya yang sangat kuat. Bila GOLD berhasil menemukan lahan baru untuk mengembangkan bisnisnya, maka akan menyelesaikan harga sahamnya yang mandek.

Buy Below: 360

KLBF
Kalbe Farma

Saham ini merupakan favorit saya untuk disimpan jangka panjang. Perusahaan ini bergerak di bidang farmasi dan memiliki beberapa merek yang cukup established seperti ExtraJoss dan Fatigon. Produk range yang cukup luas ditambah intangibles dalam bentuk merek, membuat saham ini cukup aman dikoleksi.

Buy: Beli secara berkala/koleksi, dan gunakan teknikal untuk timing.

LION
Lion Metal Works

LION merupakan penyedia perabot untuk perkantoran dan juga fasilitas umum seperti rumah sakit. Merupakan saham favorit saya dikarenakan valuasinya yang tidak begitu tinggi. Dengan bertambahnya kebutuhan perkantoran di Jakarta, prospek LION ke depan cukup cerah. Di level sekarang, LION masih terhitung murah, namun saya akan menunggu ketika harga pull-back ke level yang lebih rendah.

Buy Below: Rp.9,000

LPIN
Multi Prima Sejahtera

Salah satu anak perusahaan dari Lippo Group, LPIN bergerak di bidang sparepart. Beberapa waktu lalu, saham ini menjadi darling para value investors. Bagaimana tidak, di harga Rp.2000an, LPIN memiliki cash yang cukup tinggi, dan keseluruhan bisnis dapat dibeli seharga 20 milliar. Saat ini harga LPIN masih murah, namun ketidak jelasan akan growth perusahaan, akan membuat buffer kita semakin tipis.Perhatikan saham ini, ketika management menemukan ladang baru.

Buy below: 6,000

LSIP
London Sumatra Indonesia

Salah satu perusahaan perkebunan tertua, LSIP memiliki valuasi yang lebih cantik daripada AALI. Dari segi margin, LSIP lebih baik. Benar bahwa return of investment dari AALI lebih bagus dari LSIP, namun saya kira, para investor harus membayar premium yang lebih besar dikarenakan nama Astra. Size is not everything.

Buy: 1,100 (yes, dikarenakan sektor sawit masih lemah dikarenakan faktor makro) Bila memungkinkan saya akan long LSIP, short AALI untuk menghapus faktor dari pergerakan market (beta, buat anda yang lebih melek istilah finansial).

Penasaran akan profil beberapa saham di atas? Akan saya bahas lebih mendalam lagi di lain waktu! Keep reading!

Disclosure: Penulis memiliki posisi di:

Saat ini: AMFG, KLBF
12 bulan terakhir: AALI