Sebagian karir saya dihabiskan di dalam bisnis restoran. Tentu saja, orang-orang sering berkata kepada saya, bisnis restoran ini sangat menguntungkan, karena profit margin yang sangat besar.

Tidak jarang juga ada orang yang lebih ekstrim dan berkata bahwa makan di restoran hampir boleh di sama kan dengan perampokan. Bagaimana tidak, harga sebotol air mineral yang tidak sampai Rp.3,000, dijual di restoran dengan harga Rp.15,000, di beberapa restoran di Jakarta bahkan ada yang menjualnya Rp.45,000. Soft drink kaleng yang bisa di dapat di Indomaret seharga Rp.4,000, dapat dijual hingga Rp.50,000.

Tentu saja tidak ada yang bisa menyangkal bahwa margin penjualan restoran (terutama minuman) sangat besar, namun seseorang makan di restoran bukan karena dia hanya mau menikmati sebotol minuman itu sendiri. Seseorang yang makan di restoran membayar bukan hanya produk itu sendiri, tapi juga membayar servis, suasana, lokasi, kenyamanan, waktu bersenang-senang dengan teman, atau keluarga dan percakapan.

Ketika anda mulai menginvestariskan segala sesuatu yang anda dapatkan di restoran, minuman itu sendiri menjadi tidak relevan. Kita tahu harga sebuah minuman di restoran, tapi nilai dari minuman itu menyebar jauh dari produk itu sendiri.

Saya membeli banyak buku, dan tidak sedikit buku saya yang harganya lebih dari Rp1,000,000, (yang termahal seharga Rp.6,000,000). Berapa nilai buku tersebut? Saya katakan, jauh lebih dari harganya. Buku forex saya yang duduk diam di lemari berharga mungkin Rp.900,000, namun buku yang sama, bila selesai saya baca, bernilai lebih banyak dikarenakan pengetahuan yang bisa membantu saya dalam mengambil keputusan. Toh, untuk mengikuti seminar 1-2 hari tentang forex, mungkin saya harus meronggoh kocek saya sebanyak Rp.2-3 juta.

Seorang investor harus mengerti bahwa harga tidak menentukan nilai di mata orang. Sebuah BMW 325i tahun 2001 saat ini dijual seharga 120jt, dibandingkan dengan Avanza baru seharga 150jt. Tapi bila anda berkunjung ke rumah mertua anda, mobil mana yang memberikan persepsi lebih bagus di mata orang? Harga tidak menentukan nilai.

Harga dan nilai merupakan sesuatu yang kompleks. Nilai sesuatu bergantung kepada berapa orang akan membayar untuk barang tersebut. Sebuah lukisan di galeri mungkin dijual Rp.5jt, namun harga itu hanya bisa terwujud bila ada seseorang yang mau membayar sebanyak itu. Harga sebuah barang bisa lebih rendah dari nilai barang tersebut, bila anda bisa mencari seseorang yang bisa membayarnya.

Sebagai satu latihan, coba latih pikiran anda untuk tidak hanya melihat harga sesuatu, tapi lebih jauh ke dalam nilai barang itu sendiri. Anda tentu saja bisa mulai dari pendidikan anak anda, dan mungkin berkunjung ke toko buku terdekat untuk mencari sesuatu yang bernilai lebih dari harganya. 🙂