Berhati-hatilah dengan saham resources!

Anda berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mengoleksi saham pertambangan? Berhati-hatilah dalam mengambil keputusan.

Dalam artikel ini, saya akan membahas prospek saham resources secara umum, terutama sektor pertambangan batubara.

Mungkin anda yang berpendapat, saham batu bara layak dikoleksi karena sudah sangat murah dibandingkan sewaktu tahun 2011, di mana banyak harga masih selangit. Tidak dapat dipungkiri, bahwa saat yang paling tepat untuk membeli saham adalah ketika semua orang sedang takut. Seperti kata Mr.Buffett, “be greedy when others are fearful”. Namun, kita harus ingat, Pak Buffett sering mengatakan satu hal, dan ketika bertindak, ia akan melakukan hal lainnya. Di sini kita harus berhati-hati agar tidak jatuh dalam value trap.

Pertama, kita harus melihat penyebab harga saham batubara yang turun bersamaan. Coba kita lihat bersama-sama:

  • Adaro (ADRO) turun dari puncaknya di sekitar 2,650 dan saat ini bertengger di sekitar 1,300an.
  • Berau (BRAU) dari 500an dan sekarang 200an.
  • Indo Tambangraya (ITMG) dari 56,800 dan sekarang di 40,000.
  • Resources Alam (KKGI) daru 8,000an menuju di bawah 3,000an.

Belum lagi saham-saham lain seperti Bumi (BUMI), Banyan (BYAN), walaupun bisa diargumentasikan bahwa saham yang bersangkutan turun karena hal lain.

Bisa dikatakan bahwa hanya ada satu biang keladi yang menyebabkan saham-saham tersebut menciut, yakni turunnya harga batubara. Namun, bila investigasi kita hanya berhenti di sana, maka ini bisa merupakan waktu yang tepat untuk mengoleksi saham yang bersangkutan. Tentu saja ini merupakan langkah yang benar, bila kita semua memprediksi bahwa harga batu bara akan bounce kembali.

Saya sendiri beranggapan bahwa harga batubara tidak akan kembali ke level setinggi sebelumnya dalam waktu yang lama. Beberapa argumentasi:

  • Shale Gas

Sejak teknologi ekstraksi gas alam yang semakin disempurnakan, Amerika menemukan sumber energi yang baru. Karena ini, maka gas alam mengalami penurunan harga yang sangat dalam, sehingga menjadi alternatif sumber energi yang lebih murah dan bersih dibandingkan batubara. Alhasil, banyak perusahaan batubara di Amerika yang menjadi kucar-kacir mencari pasar baru. Banyak dari mereka yang melempar batubara mereka ke pasar lain dengan harga yang sangat murah. Investasi ke dalam ekstraksi shale gas akan berlanjut karena Amerika bergantung pada sumber ini untuk menjadi energy independent.

  • Kualitas batubara Indonesia

Kualitas batubara Indonesia bukanlah yang paling baik. Beberapa tahun terakhir, batubara kualitas ini mendapatkan permintaan yang banyak dikarenakan kebutuhan energi China. Dengan alternatif batubara yang lebih baik, maka perusahaan batubara Indonesia sepertinya harus bergantung dengan permintaan domestik.

 

Practical Idea:

Harga batubara sepertinya tidak akan pulih dalam waktu yang singkat. It needs another big cycle. Dan sampai sekarang saya masih belum melihat adanya katalis. Bila anda tetap ngotot untuk memiliki saham perusahaan batubara, maka ada baiknya pilih perusahaan yang mempunyai kontrak jangka panjang (terutama dengan pembangkit listrik) dan mempunyai sumber batubara yang berkualitas. Bila perusahaan memenuhi dua syarat tersebut, maka seharusnya saham tersebut lebih aman.

Untuk resources play di Indonesia, saya sendiri melihat potensi di bidang Offshore support. Walaupun situasi industri yang tidak pasti (dengan dibubarkannya BP Migas), namun sektor industri yang menyokong aktifitas perminyakan menjadi pilihan saya, seperti Wintemar (WINS).

Beberapa faktor yang bisa membuat prediksi saya salah:

1. Permintaan dari China kembali menguat. Namun penguatan demand ini harus lebih kuat dari sebelumnya, mengingat bahwa ada alternatif batubara dari tempat lain yang lebih bagus.

2. Kondisi hyperinflation. Apabila terjadi kasus ini, maka harga komoditas akan mengalami kenaikan. Tapi bila ini terjadi, bukan hanya batubara saja yang mengalami kenaikan, namun juga kategori komoditas lain seperti emas, sawit dan minyak.

 

Disclaimer: Penulis memiliki posisi di ADRO dan WINS. Penulis juga memiliki posisi di DOID dalam jangka waktu 1 tahun terakhir.