LION (Lion Metal Works)

Summary

Jangka Waktu: 1-2 Tahun
Harga terakhir (10/12/12): Rp.10,400
Target Price: Rp.15,000
Strategy: Value

Business Profile

PT Lion Metal Works Tbk adalah perusahaan manufaktur dengan berbagai produk berbasiskan logam. Perusahaan ini sebenarnya adalah bagian dari Group LION yang dimulai sejak 1930an di Singapura. Tahun 1978, group ini menjadi produsen besi terbesar di Malaysia. Group Lion memiliki dua emiten yang terdaftar di BEI. LION dan LMSH.

LION didirikan di tahun 1972, dan merupakan hasil kerjasama dengan pengusaha Indonesia dengan group LION sendiri. Meski demikian, di dalam daftar kepemilikan saham, hanya dicantumkan afiliasi LION di Malaysia dan Singapura sebagai pemegang saham mayoritas. Kemungkinan besar porsi kepemilikan investor Indonesia ditaruh di dalam publik.

Produk LION terutama digunakan di perkantoran. LION membuat barang-barang seperti lemari besi dan rak. Selain perkantoran, produk LION juga dipasarkan ke pergudangan, rumah sakit dan konstruksi.

Analysis

LION memiliki bisnis yang cukup stabil, walaupun sektor bisnis mereka kelihatannya membosankan. Sejak tahun 2007, bisa dikatakan bisnis mereka berkembang cukup stabil, meskipun pada 2009, penjualan terpuruk. Hal ini dikarenakan krisis tahun 2008 yang membuat banyak perusahaan mulai mengikat pinggang.

Gross margin LION berkisar antara 39%-45%, sedangkan net income mereka mengalami pertumbuhan dari 14% menjadi sekitar 20% di tahun 2011. Hal ini bisa diattribusikan ke operasional perusahaan yang semakin baik, dan juga efisiensi pajak mereka.

Dari segi book value (Asset dikurangi Liabilitas), pertumbuhan cukup baik, berkisar antara 13-16% tiap tahun.

Balance sheet perusahaan sangatlah reasonable. Sebenarnya bila kita gali lebih dalam, balance sheet LION sebenarnya lebih kuat dari apa yang terlihat. Laporan terakhir (q3 2012) menunjukkan bahwa LION memiliki utang jangka pendek sebanyak 40 Milyar rupiah. Jangka panjang sekitar 15 Milyar. Utang jangka pendek itu terdiri dari Rp. 9M berupa utang usaha (yang tidak bisa dihindari, dan sebenarnya merupakan hal positif, perusahaan tidak perlu membayar langsung), Rp.26M berupa utang terhadap pelanggan (atau bisa disebut uang muka pelanggan, another positive thing), dan utang pajak sekitar Rp.3M. Utang jangka panjang berupa beban kesejahteraan karyawannya. Berarti hanya sekitar Rp.5M yang bisa dikatakan benar-benar leverage dalam menjalankan bisnisnya.

Argumen

PRO

Penurunan harga besi
Harga besi yang semakin turun, terutama di tahun 2012 dan 2013 akan membuat bahan baku semakin murah, dan diharapkan menumbuhkan gross margin dari LION.

Bertambahnya jumlah perkantoran di Jakarta
Menurut laporan dari Colliers, persediaan ruang kantor di Jakarta akan bertumbuh. Hanya di kuartal kedua 2012, ada pertambahan sebanyak 210,000 sqm ruang kantor di Jakarta. Pertumbuhan perkantoran diprediksi semakin banyak di tahun 2014, di mana jumlah lahan kantor akan bertambah sekitar 2 juta sqm.

Secara umum, ekonomi Indonesia diperkirakan akan semakin berkembang
Hal ini berarti kebutuhan akan rumah sakit, pergudangan dan lain-lain akan bertambah. Yang berarti, pasar pelanggan LION semakin bertambah.

Management
Sejak 2007, bisa dikatakan bahwa manajemen LION sudah terbukti kualitasnya. Hal ini dapat dilihatdari pertumbuhan dari segala aspek ratio yang penting seperti pendapatan, book value dan juga

Balance sheet yang kuat
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, balance sheet yang dimiliki LION ibarat sebuah benteng.

 

CONS

  1. Likuiditas saham yang sangat rendah, sehingga tidak begitu cocok untuk size besar. Risiko terbesar dalam berinvestasi di LION adalah holding period yang panjang.
  2. Kepemilikan yang tidak terlalu transparan. Kepemilikan di Indonesia tidak dicantumkan di laporan keuangannya.

Asumsi

  1. Ekonomi Indonesia terus berkembang
  2. LION akan terus menginvestasikan pendapatannya untuk meningkatkan hasil penjualan
  3. LION memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan produsen lain
  4. Harga besi terus melemah

Valuasi

Berapa nilai dari seluruh perusahaan LION? Dengan metode Enterprise value, yaitu Market Cap (asumsi di Rp.10,400) dikurangi Cash dan Utang (Q3 2012), maka:

EV = 540.97M –202.77M – 55.270M = Rp. 282.93M

Dengan EV 282.93M, bila dibandingkan dengan book value sebesar 350.09M, maka bisa dikatakan ada buffer 42%. Buat saya, buffer ini cukup membuat saya tertarik untuk mulai mengambil posisi.

Bila anda melihat pergerakan saham LION, seperti ada adjustment berkala setiap tahun. Karena saham LION tidak liquid, maka ada lonjakan harga saham sewaktu-waktu. Kemungkinan transaksi juga dilakukan di antara para pemilik saham awal.

Saya rasa, saham LION bisa bergerak hingga Rp.15,000 di tahun 2013, namun saham ini bukan untuk pemula. Saham ini sudah didapatkan, dan juga susah dijual bila anda mau keluar.

Sekian.

Disclosure: Tidak punya saat ini, namun akan mengambil posisi dalam 3 bulan ke depan.