Beberapa hari ini, ada beberapa pergerakan emiten yang cukup menarik perhatian saya.

1.EKAD
Salah satu saham yang pernah saya pegang, EKAD merupakan perusahaan yang membuat selotip. Membosankan, tapi secara bisnis cukup bagus. Dengan fundamental yang kuat, EKAD menjadi salah satu saham favorit saya. Belakangan, ketika kita lihat pergerakannya, EKAD bergerak ibarat pesawat tinggal landas, sejak Oktober naik hampir 30% dalam kurun waktu 1 bulan. Alhasil, hukum gravitasi selalu berlaku. Kenaikan harga tanpa dibarengi pertumbuhan fundamental, akan menghasilkan gap yang besar, dan gap ini akan selalu mengecil. Berapa pertumbuhan yang sehat? Mungkin sekitar 20-30% per tahun.

Saya akan menjadi pembeli di harga sekitar Rp.400

2. ADRO
Saya tidak begitu suka akan sektor komoditas saat ini, terutama sektor batubara. Saya sudah membahasnya di posting saya sebelumnya. Namun seperti yang saya katakan, bila saya harus memilih satu perusahaan batubara untuk investasi, saya akan pilih ADRO. Alasan saya memilihnya adalah karena pelanggan mereka kebanyakan long term, investor di belakang mereka memiliki reputasi yang tidak jelek dan asset mereka berkualitas lebih bagus.

Beli? Saya akan tunggu sekitar Rp.1200an.

3. UNVR

Salah satu emiten terbesar di IHSG, saya kira UNVR telah lama menjadi favorit pemain saham di Indonesia, dikarenakan bisnis mereka semakin berjaya dengan bertumbuhnya pasar konsumen Indonesia. Namun secara fundamental, saya agak skeptis. Perusahaan dengan market cap 175T, ‘hanya’ menghasilkan 5T. Dengan P/E di atas 35 (walaupun telah turun lebih dari 10% kemarin), tampaknya saya harus menunggu anak cucu saya untuk dapat memanen hasil investasi saya.

Beli? Mungkin di level Rp.12,000.

 

Mungkin banyak investor yang lumayan kaget ketika saham UNVR, yang dikategorikan sebagai blue chip, bisa turun sebanyak itu dalam sehari. Namun beberapa pelajaran yang bisa kita petik:
1. Nobody knows about the future
Saya kira tidak ada yang mengantisipasi pengumuman kenaikan royalti dari Unilever international (kecuali insider). Hal ini menunjukkan, seberapa pintar kita menganalisa fundamental dan keuangan perusahaan, tetap saja ada kemungkinan hal-hal yang tidak kita prediksi terjadi. Oleh karena itu, di dalam investasi, manajemen resiko sangatlah penting. Sepintar-pintarnya kita, tetap saja bisa salah.

2. When you have your money in the market, you are exposing yourself to losses
Tidak ada produk atau jenis kendaraan investasi yang aman. Saham sebenarnya merupakan salah satu jenis investasi yang berresiko tinggi. Saham blueship, bukan berarti lebih aman. Terkadang investor memiliki perasaan aman yang semu dengan berinvestasi di saham bluechip, atau pun obligasi. Sadarlah bahwa dunia investasi penuh dengan lembah yang curam, dan banyak orang telah menjadi korbannya. Stop dreaming!