Ketidak pastian pasar di waktu dekat ini, membuat saya agak was-was dalam mengambil tindakan. Pada saat ini ada beberapa hal yang cukup membuat saya kuatir:

Ketidakjelasan Pemerintah dalam penetapan UMP.

Pada saat ini, hanya Jakarta yang dipastikan menaikkan UMP hingga menjadi 2.2 Juta. Pada saat ini, di beberapa kota, termasuk kota saya, terjadi demonstrasi. Hal ini akan berimbas pada margin perusahaan. Permasalahannya, pasar masih belum price-in bila UMP di sahkan. Bila UMP disahkan, selain laporan keuangan perusahaan yang tidak secerah dulu, investasi perusahaan yang telah direncanakan mungkin akan ditunda.

Rencana kenaikkan BBM yang tidak jelas

Saat ini beredar berita bahwa pada saat UMP diresmikan, maka pemerintah akan mempunyai kesempatan untuk menaikkan BBM. Pada saat ini, saya tidak yakin dampak bila keputusan ini dijalani. Yang pastinya, pihak buruh tidak akan begitu berat menghadapi kenyataan ini, namun perlu diingat, kenaikan gaji buruh tidak berarti kenaikan daya beli masyarakat akan umumnya.

Perlu diingat bahwa untuk budget 2013, pemerintah mengasumsikan bahwa nilai tukar USD/IDR adalah 9,300, sedangkan sudah beberapa bulan rupiah bergerak di level diatas 9,300. Tentu saja pemerintah harus memotong pengeluaran mereka, dan yang paling mudah adalah memotong anggaran subsidi BBM.

Situasi Rupiah yang tidak menentu

Selama tahun 2012, ekspor Indonesia menurun tajam. Hal ini membuat BI cukup memeras dana cadangan mereka untuk menahan laju rupiah supaya tidak terlalu melemah. Hal ini pun membuat dana cadangan lumayan terkuras hampir 10%. Ke depannya, BI mengalami dilema keputusan, mereka bisa membiarkan rupiah melemah supaya nilai ekspor naik, namun hal ini akan mengakibatkan inflasi dan juga menyulitkan sebagian industri. Atau mereka bisa menahan pelemahan rupiah, namun mereka harus membayar harga dengan cadangan devisa mereka yang semakin menipis. Defisit ekspor bukanlah sesuatu hal yang bisa dipertahankan jangka panjang.

Saat ini, portfolio pribadi saya berada dalam posisi cash hampir 50%. Mungkin saya salah, tapi bagi saya, lebih baik saya salah dan kehilangan kesempatan menunggang arus naik, daripada saya salah dan kehilangan uang. Never lose money.