2013 adalah satu tahun yang sangat menarik. Secara keseluruhan, karakteristik pasar yang bipolar ini memberikan pelajaran yang sangat berharga.

Antara Hantu dan Roh

Setelah valuasi yang agak ‘premium’ di awal tahun, mungkin saja ada investor yang agak was-was dan memutuskan untuk memegang cash. Katakanlah orang ini bernama Pak Ade, seorang investor part-timer. Dari bulan Januari sampai Mei, Pak Ade ini akan mengalami tekanan yang luar biasa, terutama ketika dia berkumpul dengan teman-teman investor. Bagaimana tidak, IHSG sendiri melejut hampir 20%, dan tidak ada tanda-tanda kehabisan bahan bakar. Seluruh sektor begitu meriah, dan pesta tampaknya berlangsung tanpa Pak Ade yang malang ini. Tekanan psikologis untuk tidak masuk (karena sudah mahal) sangatlah berat. Herd instinct Pak Ade terus mengatakan kepada dia, “Anda salah, cepat masuk sebelum terlambat. Masih ada kesempatan, pintu sudah hampir ditutup, tapi belum ditutup”. Begitulah lima bulan berlalu, Pak Ade tidak selera makan, istrinya juga bingung kenapa makanan kesukaan Pak Ade tidak terasa nikmat di mulut. Kemudian Pak Ade memutuskan untuk membuang semua jalur komunikasi. Pak Ade tidak lagi baca koran, tidak lagi membuka platform trading, semua email dari broker dia direct ke folder arsip. Dan Pak Ade pun lebih tenang. Dia tidak lagi dikejar hantu ketamakan, walaupun setelah hantu ini pergi, roh penasaran datang. Namun, roh penasaran ini tampaknya lebih bisa ditoleransi daripada hantu ketamakan ini.

Bila situasi ini berlanjut sampai akhir tahun, how well does Pak Ade fare? Well, berikut angkanya, buat anda yang terserang roh penasaran:
– IHSG: -0.98%
– Pak Ade: 7-9% (suku bunga deposito)

Katakanlah ada alternate universe di mana Pak Ade yang malang ini memutuskan untuk masuk ke pasar pada bulan Mei. Bila itu yang terjadi, maka Pak Ade yang dirasukin hantu ketamakan ini akan mengalami kerugian 15-20%. Pak Ade hanya bisa mengelus-elus dadanya.

Scorecard

Anyway, cerita di sana hanya satu analogi di mana kami berandai-andai. Tahun 2013, performance flog adalah +13.68%. Dibandingkan dengan peer, berikut hasilnya:
1. Reksa dana terbaik: SAM Indonesian Equity Fund (13.34%)
2. Fixed Income Fund terbaik: Tugu Mandiri Mantap (5.44%)
3. Rata-rata performance reksadana: -1.59%

Performance SAM adalah luar biasa. Dengan size segede itu, kami kira kami harus mengangkat topi untuk fund manager Samuel Sekuritas. Tentu saja, ini bukan pengalaman yang dialami oleh semua reksadana. Pada umumnya, secara keseluruhan, reksadana saham mengalami return yang negatif, dikarenakan kebanyakan dari mereka mencerminkan index.

Tahun 2014

Bagaimana situasi 2014 terhadap pasar? Tentu saja yang namanya prediksi, akan selalu salah. Tapi kami kira, usaha untuk memprediksi akan mengasah dan memaksa otak kami untuk bekerja. Bekerja untuk mendapatkan pengertian yang lebih dalam dan komprehensif akan situasi di saat ini.

Untuk pasar Indonesia, kami berpendapat bahwa kebanyakan perusahaan yang berkualitas, sedang dalam tahap overvalued. Rally IHSG sejak 2009 tidak diimbangi dengan pertumbuhan fundamental. Kredit murah, duit asing yang berlimpah dan populasi kelas menengah semuanya berkontribusi terhadap rally. Pemikiran yang muncul:
1. Apakah pertumbuhan bisnis juga imbang dengan harga yang harus dibayar?
2. Apakah situasi ekonomi yang semakin baik juga diikuti dengan perbaikan struktur governance dari perusahaan? (Di mana management memperhatikan hak dari pemegang saham, transparasi keuangan etc)
3.  Dari seluruh faktor itu, hanya ada satu yang bertahan, yaitu pertumbuhan populasi middle class. Kedua faktor pertama, tidak bisa dianggap bertahan. Therefore, prediksi cash flow dari perusahaan (terutama bagi yang suka menghitung DCF) harus bisa take those into account.

Kami setuju dengan orang yang berpendapat bahwa pendapatan dari perusahaan bertumbuh. Namun, tidak semua pertumbuhan itu sehat, dan bisa dipertahankan. Apabila pertumbuhan yang didanai kredit digunakan untuk mengakuisisi pendapatan yang tidak bertahan dan berkualitas rendah, maka ketika kredit menjadi mahal, perusahaan akan menciut dengan lebih cepat daripada ketika dia berkembang. Credit is not free. Berdasarkan perhitungan konservatif kami, nilai wajar dari IHSG pada saat ini berada di sekitar 3,500. Banyak orang tidak setuju dengan kami, sangat wajar.

Tentang rupiah, kami tidak punya harapan banyak untuk mata uang kita yang tercinta ini. Kami masih belum melihat ujung dari proses pelemahan rupiah. Kemungkinan rupiah masih bisa akan melemah. Kami berpendapat bahwa kita sekarang sedang membayar harga dari kebijakan ekonomi yang tidak begitu ‘bijaksana’. Kita tidak begitu bijak dalam me-manage defisit perdagangan kita. Defisit kita banyak disebabkan oleh barang konsumsi, seperti handphone dan mobil mewah. Kami kira, bila defisit kita disebabkan oleh impor barang modal, capital goods, maka situasi kita saat ini akan sama, namun kita akan meraup hasil dari investasi kita beberapa tahun ke depan. As of now, kita hanya masih bisa bergantung dengan hasil alam kita. Dengan siklus komoditas yang sedang di bawah arus, maka harap kita untuk bisa recover agak kecil. Alhasil, pilihan dari pemerintah untuk mengatasi masalah kita sekarang hanyalah terbatas pada kebijakan moneter, seperti menaikkan suku bunga atau menerbitkan obligasi. Menaikkan suku bunga akan berdampak pada pertumbuhan bisnis, sedangkan menerbitkan obligasi hanyalah alat untuk menggali lubang dan menutup lubang, cangkul dengan bunga 6%

, tentunya.

Bunga yang terus naik akan memaksa pasar untuk re-adjust valuasinya. Tentunya secara sederhana (walaupun tidak bisa digunakan secara akurat), PE ratio pasar harus berkurang untuk mengkompensasi investor. Industri yang paling dipengaruhi adalah industri finansial, seperti bank dan asuransi. Perusahaan juga akan lebih susah untuk mendapatkan dana untuk berkembang. Kami melihat hal ini sebagai satu hal yang positif, karena akan memangkas perusahaan yang tidak berkualitas baik, dan memaksa investor untuk bangun dan berpikir lebih rasional.

 

Dikarenakan privasi, kami tidak bisa membeberkan keseluruhan detil dari kegiatan kami. Namun, di bawah adalah data statistik dari flog.