recently, banyak yang nanya saya tentang kondisi IHSG saat ini. Mungkin banyak yang ingat saya sebagai seorang yang bearish. Well, I am still bearish, walaupun tahun ini ada beberapa saham yang cukup menarik.

Sebelumnya, let’s see kondisi makro IHSG. Jokowi banyak melakukan perubahan, dan untuk hal itu, saya yakin sekali, apa yang sedang ditanam beliau, akan berhasil, namun beliau adalah seseorang yang cukup sabar. And as investor, even if you are investing at this level, you will do alright if you have the capacity to suffer for the next 5 years. However, it will be rough. Dari segi plus, banyak dana tax amnesty yang akan mengenjot perekonomian, tapi menurut saya, efeknya ke IHSG tidak akan terlalu kencang.

Seperti tulisan saya sebelumnya, banyak porsi investor IHSG yang selama ini kita anggap sebagai dana ‘asing’, sebenarnya adalah milik investor dalam negeri. Dengan adanya tax amnesty, banyak investor asing akan di uncover sebagai domestik. Itulah alasan saya tidak terlalu memerhatikan foreign inflow/netflow. Namun tax amnesty akan memberikan dampak luar biasa di sektor riil. Dana yang selama ini tersembunyi akan tersedia untuk investasi. Bila ini terjadi, maka akan mendongkrak perekonomian yang lesu. Namun, banyak orang take if for granted in two ways.

First, if this really happens, it will not show its result overnight. Seperti kasus pemerintah, investasi akan memerlukan waktu supaya hasilnya terlihat. Jadi ini factor dari segi time horizon.

Second factor adalah factor opportunity cost. Dana yang masuk tidak berimplikasi langsung pada naiknya investasi. Bila opportunity cost is low, maka pemilik dana bisa saja ‘hoarding’, sehingga dana akan mengendap di sistem bank untuk sementara waktu. Dana yang dideklarasi akan di simpan. Kenapa saya melihat ini sebagai kemungkinan? Karena pada saat ini tingkat inflasi cukup rendah. Jadi tingkat suku bunga yang rendah tidak cukup memberikan insentif buat pemilik modal. Tentu saja environment skarang berbeda dengan dahulu di mana tingkat inflasi yang tinggi membuat para pemilik modal untuk berpacu untuk deploy dananya. So, dari faktor big picture, kesimpulannya you need to have a capacity to suffer as a long term investor. However, you will be all right if you adhere to discipline.

Kalau dari segi micro, bottoms-up view. Saya tahun ini menambah weighting di $BBRI, $PANS, $MPMX. Pada saat yang sama, saya menambah posisi baru di $PTBA, $ROTI. Untuk perbankan, saya agak berhati-hati, karena faktor macro sangat tidak mendukung sektor keuangan. We are at the peak, and good news have ran out. Namun, saya rasak risk/reward ratio dan kualitas compounder yang diberikan $BBRI cukup attractive dan membuat saya menambahkan posisi saya. Kalo $PANS, tidak usa ditanya lagi. It is an index stock for me. Untuk sector perkapalan/offshore, dengan berat hati, saya menyarankan untuk sangat berhati2. Walaupun saya cukup suka dengan $MBSS dan juga governance $WINS, saya masih was-was. That’s it.

Semoga sharing tengah malam saya cukup bermanfaat.